Halo sobat publikasi, Apakah kamu pernah bertanya mengenai cara mudah membuat jurnal ilmiah yang benar pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat kutipan dari jurnal.
Baiklah, sebelum membahas mengenai cara membuat kutipan dari jurnal, tentunya kamu harus mengetahui apa itu ISSN.
Bagi kamu yang belum mengetahui lebih jauh mengenai jurnal dan ingin mengetahui apa itu jurnal.
Saat ini kamu tak perlu khawatir lagi, karena kami akan membahas artikel yang akan menjawab pertanyaanmu.
Untuk lebih jelasnya mengenai cara membuat kutipan dari jurnal kamu bisa menyimak pembahasannya di bawah ini.
Apa Itu Kutipan?

Definisi dari kutipan adalah sebuah pinjaman kalimat atau pendapat dari para pengarang,p ara ahli, para pakar, atau seseorang yang sudah dipercaya ahli dan memiliki pengaruh dalam bidang tertentu.
Jika kamu sedang mencari kutipan untuk penulisan jurnal ilmiah-mu, maka kamu dapat menemukannya du dalam buku, koran, surat kabar dan majalah.
Selain itu, kamu juga dapat mencari kutipan dari media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter atau yang sekarang berganti nama X dan masih banyak lagi.
Salah satu fungsi dari sebuah kutipan adalah dapat digunakan untuk menambah maupun memperkuat kebenaran dari sebuah teori.
Pada umumnya, penulis dapat menggunakan kutipan untuk menjadi bukti tentang keakuratan pendapat yang disampaikannya.
Sehingga, dalam menggunakan kutipan seseorang diharuskan untuk menyertakan sumber kutipan.
Dalam beberapa kasus, jika seseorang yang memakai kutipan tanpa menyertakan sumber, maka akan terhitung sebagai penjiplak atau biasa disebut dengan plagiat.
Fungsi Kutipan Dari Jurnal

Perlu kita ketahui bersama, terdapat beberapa fungsi apabila kamu melakukan kutipan.
Lantas, apa sajakah fungsi dari sebuah kutipan? Oleh karena itu, mari kira simak pembahasannya berikut ini.
- Aman dari masalah plagiat
- Membantu pembaca yang ingin memahami lebih lanjut pada ide Anda.
- Tidak semua sumber itu baik atau benar. Ide Anda mungkin lebih baik atau menarik dari sumber-sumber tersebut. Kutipan yang tepat akan mengamankan Anda pada ide orang lain yang salah.
- Sumber kutipan memperlihatkan gengsi muatan tulisan Anda.
- Menguatkan tulisan Anda dengan mengijinkan orang lain mendukung Anda.
Kapan Kutipan Digunakan

Perlu kamu ketahui mengenai cara mengurangi plagiarisme di Turnitin, agar jurnal ilmiahmu tidak terkena plagiarisme.
Dalam pengutipan, tentunya kamu tidak bisa sembarangan. Terdapat beberapa waktu yang tepat untuk menggunakan sebuah kutipan di antaranya;
- Ketika kamu menggunakan kalimat yang persis sama dengan buku (sumber) lain
- Ketika kamu sedang melakukan parafrase
- Ketika kamu menggunakan ide orang lain yang telah diungkapkan
- Saat kamu merujuk pada hasil kerja orang lain
- Saat karya orang lain sangat membantu mengembangkan ide Anda
Cara Menulis Kutipan Dengan Benar

Apabila kamu menggunakan pola penulisan Harvard, tentunya kamu harus menuliskan nama pengarang, tehun terbit dan halanman buku yang dikutip di awal atau di akhir kiutipan.
Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka. Ada dua cara dalam mengutip, yakni langsung dan tidak langsung. Apa yang dimaksud dengan dengan kutipan langsung dan kutipan tidak langsung.
Di bawah ini, kami akan menjelaskan mengenai cara pengutipan langsung dan tidak langsug. Oleh karena itu, mari kits dimsk pembahasannya berikut ini.
Cara Membuat Kutipan Dari Jurnal

Bagi kamu seorang penulis, tentunya harus memahami betul mengenai cara membuat kutipan dari jurnal.
Terdapat dua cara mengutip jurnal, yaitu mengutip secara langsung dan tidak langsung.
Untuk lebih jelasnya, kamu bisa menyimak pembahasannya berikut ini.
1. Mengutip Secara Langsung
Beberapa syarat yang harus dilakukan ketika mengutip jurnal secara langsung di ataranya:
- Menulis kutipan dengan arti dan makna yang sama
- Harus memiliki kaitan dari karya ilmiah penulis
- Menggunakan jarak dua spasi
- Memberikan tanda kutip dua (“…”)
- Sumber kutipan seperti nama penulis, tahun terbit, dan halaman harus disebutkan
- Jika kutipan mengandung bahasa asing, maka ditulis dengan italic atau miring.
2. Mengutip Secara Tidak Langsung
Jenis mengutip yang selanjutnya adalah dengan mengutip secara tidak langsung.
Dengan mengutip secara tidak langsung, tentunya penulis hanya menulis kutipan dari sumber asli tanpa mengubah kalimat aslinya.
Salain itu, tidak diperbolehkan mengubah, mengurangi, maupun menambahkan komentar maupun kalimat apa pun dalam kutipan tersebut.
Untuk lebih jelasnya, kamu bisa menyimak beberapa hal yang perlu diperhatikan di anatanya :
- Gunakan kalimat yang dipakai oleh sumber asli.
- Kamu bisa mencantumkan, nama penulis, halaman, dan tahun secara lengkap.
- Kalimat kutipan ditulis spasi rangkap sebagaimana teks biasa.
- Pada sumber rujukan kutipan, dapat ditulis sebelum atau sesudah kalimat-kalimat yang mengandung kutipan.
- Jika, ditulis sebelum teks kutipan, maka nama akhir sebagaimana tercantum dalam daftar pustaka masuk ke dalam teks, diikuti dengan tahun terbitan di antara tanda kurung.
- Apabilla ditulis sesudah teks kutipan, tentunya rujukan ditulis di antara tanda kurung, dimulai dengan nama akhir sebagaimana tercantum dalam daftar pustaka titik dua, dan diakhiri dengan tahun terbitan.
kutipan tidak langsung ini, tentunya kamu harus memeperhatikan penulisan kutipan yang utuh.
Setelain itu, kamu juga harus mencantumkan sumber secara lengkap dan jelas.
Cara Mengutip Jurnal yang Sudah Terpublikasi

Pada pembahas sebelumnya kita telah mengetahui jenis-jenis yang digunakan untuk pengutipan jurnal.
Kali ini kita akan membahas mengenai cara mengutip dari jurnal yang sudah terpublikasi.
Memasukan Nama Penulis ke Pembahasan
Cara mengutip jurnal yang sudah dipublikasikan adalah dengan memasukkan nama penulis ke pembahasan.
Sehingga, kutipan yang diambil bisa diubah sedikit namun tetap mempertahankan maknanya.
Jika, kalimat kutipan ditulis, maka diikuti dengan tanda kurung yang berisi informasi nama penulis dan tahun publikasi jurnalnya.
Contohnya saja seperti, sebuah karya ilmiah jenis penelitian, eksplorasi pustaka merupakan sesuatu yang harus dilakukan (Agung Hermanto, 2009).
Mengutip Dua Sumber Berbeda
Mengutip dua sumber yang berbeda, kutipan yang dicantumkan dalam karya tulis ilmiah akan mengambil dari dua sumber yang berbeda, akan tetapi, saling melengkapi atau mungkin datanya sama.
Selain itu, cara mengutip dari jurnal semacam ini adalah dengan menuliskan dua nama penulis tersebut dan dipisahkan dengan tanda ampersand (&). Berikut contoh dalam penggunaan tanda ampersand sebagai berikut:
Budaya politik suatu bangsa secara signifikan telah mempengaruhi jalannya pemerintahan. (Rustandi & Rustam, 2010).
Tak hanya menggunakan ampersand saja, penulisan dua sumber jurnal ilmiah juga bisa dengan kata “dan”. Sehingga menjadi:
Budaya politik suatu bangsa secara signifikan telah mempengaruhi jalannya pemerintahan. (Rustandi dan Rustam, 2010).
Mengutip Tanpa Nama Penulis
Cara mengutip dari jurnal yang terpublikaskan berikutnya adalah kamu juga bisa tanpa mencantumkan nama penulis.
Tentunya hal ini akan murni berisi kutipan kalimat secara utuh dan kemudian ditambahkan keterangan di dalam tanda kurung berupa judul jurnal dan tahun publikasi jurnal tersebut. Contohnya:
Budaya politik suatu bangsa secara signifikan telah mempengaruhi jalannya pemerintahan. (Globalisasi dan Dampaknya, 2010).
Kesimpulan
Dengan adanya pengutipan dari jurnal, tentunya hal ini akan mengurangi dalam melakukan pelanggaran atau tindakan plagiarisme.











Leave a Reply