Cara Mencari Jurnal Sinta di Google Scholar

Cara Mencari Jurnal Sinta di Google Scholar
Cara Mencari Jurnal Sinta di Google Scholar

Cara mencari jurnal SINTA di Google Scholar paling akurat adalah dengan mengombinasikan kata kunci topik penelitianmu dengan operator site:sinta.kemdiktisaintek.go.id di kolom pencarian Google Scholar. Metode ini hanya butuh 5 menit dan langsung menampilkan artikel dari jurnal yang benar-benar terindeks di portal SINTA resmi Kemdiktisaintek.

Apa itu Jurnal SINTA dan Google Scholar?

Jurnal SINTA adalah jurnal ilmiah nasional yang sudah terakreditasi dan terindeks di portal Science and Technology Index (SINTA) milik Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. SINTA memberi peringkat mulai dari S1 (tertinggi) sampai S6, sesuai skor evaluasi ARJUNA.

Sementara itu, Google Scholar adalah mesin pencari khusus literatur akademik yang mengindeks artikel jurnal, prosiding konferensi, tesis, dan buku ilmiah dari seluruh dunia. Google Scholar tidak menyeleksi kualitas jurnal, sehingga kamu bisa menemukan artikel dari jurnal predator sampai jurnal top di sana. Karena itulah, mengombinasikan Google Scholar dengan filter SINTA menjadi strategi paling efektif untuk mencari referensi nasional yang kredibel.

Perbedaan SINTA vs Google Scholar

Sebelum masuk ke tutorialnya, pahami dulu perbedaan mendasar keduanya agar strategi pencarianmu tepat sasaran:

Aspek Portal SINTA Google Scholar
Cakupan Jurnal nasional Indonesia Literatur akademik global
Kurasi kualitas Terakreditasi ARJUNA Tanpa seleksi kualitas
Pengelola Kemdiktisaintek RI Google LLC
Fitur pencarian teks Terbatas per jurnal Full-text search + sitasi
Kegunaan utama Verifikasi akreditasi Menemukan artikel spesifik
💡 Kesimpulan singkat: Google Scholar unggul untuk menemukan artikel, sedangkan portal SINTA unggul untuk memverifikasi akreditasinya. Gabungkan keduanya untuk hasil optimal.

9 Langkah Cara Mencari Jurnal SINTA di Google Scholar

Ikuti sembilan langkah berikut secara berurutan. Total waktu yang kamu butuhkan hanya sekitar 5 menit per topik pencarian.

Langkah 1

Buka Google Scholar

Akses scholar.google.com melalui browser apa pun. Google Scholar bisa digunakan tanpa login, tetapi kami sarankan masuk dengan akun Google agar riwayat pencarian tersimpan dan kamu bisa membuat perpustakaan pribadi.

Langkah 2

Pilih Kata Kunci yang Tepat

Gunakan kata kunci yang spesifik dan mewakili variabel penelitianmu. Hindari kata kunci yang terlalu umum seperti “pendidikan” atau “ekonomi”. Sebagai gantinya, pakai frasa seperti “pembelajaran diferensiasi kurikulum merdeka” atau “literasi keuangan digital UMKM”. Semakin spesifik kata kuncinya, semakin relevan hasilnya.

Langkah 3

Tambahkan Operator site:sinta.kemdiktisaintek.go.id

Inilah trik utamanya. Ketik topikmu, lalu tambahkan operator berikut di akhir kata kunci:

literasi keuangan digital site:sinta.kemdiktisaintek.go.id

Operator ini akan membatasi hasil pencarian hanya ke domain resmi SINTA. Sebelumnya operator yang dipakai adalah site:ristekbrin.go.id, tetapi sejak portal SINTA berpindah pengelolaan ke Kemdiktisaintek, operator lama sudah tidak relevan lagi. Pastikan kamu memakai operator versi terbaru untuk hasil yang akurat.

Langkah 4

Manfaatkan Operator Boolean

Persempit atau perluas hasil pencarian dengan operator boolean:

  1. AND — menampilkan artikel yang memuat semua kata kunci. Contoh: literasi digital AND UMKM.
  2. OR — menampilkan artikel yang memuat salah satu kata kunci. Contoh: e-learning OR pembelajaran daring.
  3. (minus) — mengeluarkan kata tertentu. Contoh: literasi digital -covid.
Langkah 5

Gunakan Tanda Kutip untuk Frasa Persis

Apabila kamu mencari frasa atau nama penulis tertentu, apit dengan tanda kutip ganda. Contoh: “model pembelajaran STEAM” atau “Ani Suryani”. Google Scholar akan menampilkan hasil yang mengandung frasa persis tersebut, bukan hanya kata-kata yang berdiri sendiri.

Langkah 6

Filter Berdasarkan Tahun Publikasi

Pada sidebar kiri Google Scholar, batasi rentang waktu ke 5 tahun terakhir (misalnya 2021–2026). Hal ini penting karena kaidah publikasi ilmiah menuntut minimal 80% referensimu berasal dari terbitan 10 tahun terakhir, dan idealnya 5 tahun terakhir untuk topik yang berkembang cepat.

Langkah 7

Nilai Kualitas Setiap Jurnal yang Muncul

Setelah hasil pencarian tampil, lakukan penilaian cepat pada setiap kandidat. Perhatikan lima indikator berikut:

  1. Peringkat SINTA — pastikan levelnya (S1–S6) sesuai kebutuhanmu.
  2. Jumlah sitasi artikel — semakin banyak dikutip, semakin berpengaruh artikel tersebut.
  3. Reputasi penulis — cek profil penulis melalui Google Scholar Profile atau SINTA Author.
  4. Relevansi abstrak — baca abstrak untuk memastikan topik dan metodologinya sesuai.
  5. Tahun terbit — utamakan artikel 5 tahun terakhir agar temuan tetap mutakhir.
Langkah 8

Gunakan Fitur “Dikutip oleh” untuk Snowballing

Di bawah setiap hasil pencarian, terdapat tautan “Dikutip oleh XX”. Klik tautan tersebut untuk menemukan artikel-artikel lain yang mengutip artikel utama. Teknik ini disebut citation snowballing dan sangat efektif untuk memperluas jaringan referensi dengan cepat.

Langkah 9

Unduh dan Simpan ke Manajer Referensi

Unduh artikel dalam format PDF melalui tautan di sisi kanan hasil pencarian. Selanjutnya, impor file ke Mendeley atau Zotero untuk otomatis membuat sitasi dan daftar pustaka sesuai gaya yang kamu butuhkan (APA, IEEE, Harvard, dan lain-lain).

Daftar Operator Pencarian Google Scholar

Berikut ringkasan operator yang bisa langsung kamu praktikkan. Simpan tabel ini agar pencarianmu selalu presisi:

Operator Fungsi Contoh Penggunaan
site: Batasi hasil ke domain tertentu site:sinta.kemdiktisaintek.go.id
"..." Cari frasa persis “pembelajaran diferensiasi”
AND Gabungkan dua kata kunci UMKM AND fintech
OR Salah satu kata kunci e-learning OR daring
- Kecualikan kata startup -covid
author: Cari berdasarkan penulis author:”budi santoso”
intitle: Kata harus ada di judul intitle:literasi
filetype:pdf Batasi ke file PDF filetype:pdf jurnal sinta

Cara Verifikasi Jurnal Benar Terindeks SINTA

Setelah menemukan artikel yang menarik, jangan langsung percaya bahwa jurnalnya masih aktif di SINTA. Status akreditasi bisa berubah setiap periode evaluasi. Lakukan tiga langkah verifikasi berikut:

  1. Salin nama jurnal atau ISSN dari artikel yang kamu unduh.
  2. Buka sinta.kemdiktisaintek.go.id, lalu masuk ke menu Sources → Journals.
  3. Tempelkan nama atau ISSN pada kolom pencarian, kemudian cek peringkat akreditasi terbaru beserta masa berlakunya.
⚠️ Perhatian: Jika nama jurnal tidak muncul di portal SINTA, kemungkinan jurnal tersebut sudah kehilangan akreditasi atau tidak pernah terakreditasi. Hindari memakai jurnal seperti ini sebagai referensi utama, apalagi sebagai target publikasi.

Aplikasi Bantuan untuk Review Jurnal SINTA

Membaca puluhan artikel manual tentu memakan waktu. Berikut enam aplikasi yang bisa mempercepat proses review dan meringkas artikel jurnal SINTA:

Aplikasi Fungsi Utama Model
SciSummary Meringkas artikel ilmiah dengan AI Freemium
Scholarcy Ekstraksi poin utama & visualisasi data Berbayar
Research Rabbit Pemetaan referensi berbasis AI Gratis
Getdigest Ringkasan otomatis PDF/DOC Freemium
Mendeley Manajemen referensi & anotasi Freemium
Zotero Manajemen referensi open-source Gratis
Rekomendasi kombinasi: Gunakan Zotero untuk manajemen referensi jangka panjang, lalu SciSummary saat perlu meringkas artikel panjang dengan cepat. Kombinasi ini cukup untuk kebutuhan skripsi, tesis, hingga penelitian dosen.

Tips Lanjutan agar Pencarian Lebih Efisien

Setelah menguasai teknik dasar, terapkan tiga tips berikut untuk hasil yang lebih tajam:

  1. Buat Google Scholar Alert. Aktifkan notifikasi email untuk kata kunci penelitianmu supaya artikel terbaru masuk otomatis ke inbox tanpa perlu mencari ulang tiap minggu.
  2. Manfaatkan pencarian lanjutan. Klik ikon menu di kiri atas Google Scholar, lalu pilih Advanced Search untuk mengombinasikan penulis, kata kunci, dan rentang tahun sekaligus.
  3. Cek jurnal di dua database sekaligus. Selain SINTA, verifikasi juga di DOAJ (untuk jurnal open access) dan Scopus (untuk jurnal internasional bereputasi). Semakin banyak database yang mengindeks, semakin kredibel jurnal tersebut.

Kesimpulan

Mencari jurnal SINTA di Google Scholar sebenarnya sederhana, asalkan kamu tahu operator yang tepat. Kombinasikan kata kunci topikmu dengan site:sinta.kemdiktisaintek.go.id, tambahkan operator boolean dan tanda kutip untuk mempersempit hasil, lalu verifikasi setiap jurnal di portal SINTA resmi. Total waktu yang kamu butuhkan tidak lebih dari lima menit.

Langkah selanjutnya ada di tanganmu: praktikkan teknik ini pada topik penelitianmu sendiri, kumpulkan minimal 10 artikel yang relevan, lalu mulai baca dan analisis. Semakin sering kamu berlatih, semakin cepat kamu menemukan referensi berkualitas untuk skripsi, tesis, atau naskah publikasimu.

FAQ Seputar Cara Mencari Jurnal SINTA di Google Scholar

Apakah semua jurnal SINTA muncul di Google Scholar?

Tidak semua. Jurnal SINTA yang menerbitkan artikel dengan metadata terbuka dan terindeks di Crossref umumnya muncul di Google Scholar. Namun, beberapa jurnal SINTA baru atau yang belum menyediakan metadata lengkap mungkin belum terindeks. Selalu verifikasi silang di portal SINTA resmi.

Kenapa operator site:ristekbrin.go.id tidak berfungsi lagi?

Portal SINTA sudah dipindahkan pengelolaannya dari BRIN ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Domain resminya kini menjadi sinta.kemdiktisaintek.go.id. Gunakan operator baru site:sinta.kemdiktisaintek.go.id untuk hasil pencarian yang akurat.

Bagaimana cara mencari jurnal SINTA level tertentu (misalnya SINTA 2) di Google Scholar?

Google Scholar tidak menyaring berdasarkan peringkat SINTA. Strateginya, cari artikel dengan operator SINTA terlebih dahulu, lalu buka portal SINTA untuk mengecek peringkatnya secara manual. Alternatifnya, kunjungi laman Sources → Journals di portal SINTA, filter S2, lalu telusuri jurnal-jurnal tersebut satu per satu di Google Scholar.

Apakah artikel di Google Scholar bisa diunduh gratis?

Sebagian besar bisa. Jurnal SINTA umumnya bersifat open access sehingga PDF-nya tersedia gratis. Kamu bisa mengunduh langsung dari tautan di sisi kanan hasil pencarian. Jika tautannya menuju halaman berbayar, coba klik tautan alternatif seperti versi PDF atau HTML lain yang muncul di bawah hasil.

Berapa banyak referensi jurnal SINTA yang ideal untuk skripsi?

Idealnya minimal 20–30 referensi utama, dengan komposisi 60% jurnal SINTA atau internasional, 30% buku, dan 10% sumber pendukung lain. Untuk tesis dan disertasi, jumlahnya bertambah menjadi 40–80 referensi dengan porsi jurnal SINTA/Scopus yang lebih besar.

Apakah Google Scholar lebih akurat dibanding portal SINTA?

Fungsinya berbeda. Google Scholar lebih akurat untuk menemukan artikel berdasarkan kata kunci karena memiliki teknologi full-text search. Portal SINTA lebih akurat untuk memverifikasi status akreditasi jurnal. Keduanya saling melengkapi, bukan menggantikan.