DOI Jurnal Adalah

DOI Jurnal Adalah

Halo sobat publikasi, apakah kamu pernah bertaya mengenai cara memebuat kutipan di jurnal atau bahkan memiliki pertanyaan seputar DOI jurnal.

Baiklah, sebelum membahas mengenai DOI jurnal, tentunya kamu harus memahami pengertian dari DOI dan jurnal.

Bagi kamu yang belum mengetahui lebih jauh mengenai DOI dan ingin memepelajarinnya.

Saat ini kamu tak perlu khawatir lagi, pada artikel ini kami akan menjawab pertanyaanmu.

Untuk itu, mari kita simak penjelasannya mengenai DOI jurnal di bawah ini.

Pegertian DOI Jurnal

DOI Jurnal Adalah

Apakah kamu tahu mengenai DOI dan jurnal? Di bawah ini kami akan memaparkan beberpa pengertian dan tujuan dari keduannya.

Untuk lebih jelasnya lagi mengenai DOI, mari kita simak pembahasannya di bawah ini.

Bagi kamu seorang mahasiswa ataupun dosen, tentunya harus memahami mengenai DOI pada jurnal.

DOI sendiri memiliki singkatan dari Digital Object Identifier atau pengidentifikasi objek digital.

DOI merupakan identitas digital yang bersifat permanen. Selain itu, DOI menjadi salah satu cara menandai jurnal yang dikelola secara serius dan profesional.

Tak hanya itu saja, Digital Object Identifier juga telah distandarkan sebagai ISO 26324.

Sehingga, penerbit jurnal dapat mendaftar jurnalnya ke International DOI Foundation untuk mendapat DOI.

Apabila DOI telah terdaftar, setelah itu DOI akan dikeluarkan secara independen oleh penerbit jurnal tersebut.

Fungsi DOI

Salah satu fungsi dari DOI adalah untuk pengidentifikasi, sebuah DOI bersifat unik (tidak ada duanya) dan persisten (tidak berubah).

Sebuah DOI akan melekat di dokumen itu, walaupun dokumennya diubah, berpindah lokasi.

Sehingga, ketika kamu melakukan googling akan lebih mudah mencari jurnal dengan cara mengetikkan DOI nya daripada mengetikkan author jurnalnya.

Hal tersebut dikarenakan para author jurnal umumnya menulis lebih dari satu jurnal.

Selain itu, dengan adanya DOI tentunya akan lebih mudah dalam menemukan data lengkap sebuah dokumen. Contohnya seperti, judul, penulis, penerbit, halaman, dan seterusnya.

Akan tetapi, apabila kamu tidak sengaja menemukan potongan kertas yang memuat abstrak sebuah tulisan, tanpa judul, namun ada DOI-nya, tentunya identitas dokumen tersebut dapat dengan mudah dilacak.

Jika kamu seorang mahasiswa yang memerlukan artikel tertentu dan meminta bantuan pada pustakawan, tentunya kamu tidak perlu menuliskan judul lengkap dan penulisnya.

Caranya adalah dengan mengirimkan DOI dokumen yang dibutuhkan. Setelah itu, seoran pustakawan akan secara tepat mengetahui dokumen yang dibutuhkan.

Pelacakan DOI bisa dilakukan melalui laman DOI.org saja. Kemudian kamu dapat menuliskan nomor DOI-nya.

Seelah itu, DOI.org akan mengantarkan kita pada laman asli yang memuat dokumen tersebut.

Selain itu, kamu juga harus mengetahui cara upload jurnal baik nasional maupun jurnal internasional.

Bagaimana Jika Ingin Mengaksesnya?

Untuk akses masuk, tergantung apakah kita punya hak atau tidak. Apabia dokumen tersebut berbayar, tentunya kita harus membayar untuk dapat memperolehnya.

Selain itu, contoh DOI dari 10.1016/j.ccs.2018.05.002. Angka 10.1046 adalah prefix yang telah menjadi identitas pada jurnal.

Sementara itu, kode setelah tanda “/” mengindikasikan kode untuk artikel.

Jika DOI tersebut untuk artikel jurnal, maka akan memuat kode nama jurnal serta volume nomornya.

Tak hanya itu saja, terdapat penyingkat URL DOI yang yang dapat memudahkan para penulis.

Jenis-jenis DOI

Terdapat beberapa jenis pada DOI yang perlu kamu ketahui, untuk itu mari kita simak pembahasannya berikut ini.

DOI Berbayar


DOI versi ini dapat dibeli ke Crossref, dengan biaya per item DOI + biaya keanggotaan pertahun.

Selain itu, kode DOI dapat ditempel pada dokumen yang disimpan oleh masing-masing institusi yang membeli.

Contohnya saja, DOI untuk jurnal UGM, dapat ditempel pada laman web jurnal yang ada di server UGM.

Untuk pembelian DOI bisa melalui RJI (Relawan Jurnal Indonesia). Silakan lihat laman resmi milik relawan jurnal Indonesia.

DOI hasil pembelian ini dapat ditempel melalui OJ, dataverse maupun aplikasi lainnya.

DOI Gratis


DOI gratis tentunya memiliki perbedaan dari DOI yang berbayar. Pada DOI gratis pemilik dokumen/data tidak perlu membeli kode DOI.

Hanya penyedialah yang membeli kode prefik dari Crossref, dan menyediakan tiap kode dokumen pada yang membutuhkan.

Ada beberapa layanan yang menyediakan DOI. Misalnya Zenodo, Mendeley data, InaRxiv, Figshare.

Untuk memeperoleh DOI, tentunya kita harusmenyimpan dokumen atau dataset yang kita miliki pada server yang telah diselesaikan.

Pada umumnya, untuk sekali upload tidak dapat ditarik maupun dihapus kembali.

Cara Mengecek DOI?

 

Terdapat beberapa poin untuk mengecek DOI tersebut. Di bawah ini kita akan memberikan langkah-langkahnya mengenai cara mengecek DOI. Untuk itu mari kita simak pembahasannya berikut ini.

Untuk meyakinkan apakah kita dapat melihat DOI tersebut aktif atau tidak, kamu hanya perlu juga mengeceknya dengan beberapa langkah berikut:

  • Untuk cara yang pertama kamu dapat mengunjungi situs DOI dengan link http://dx.doi.org
  • Setelah itu, masukkan nomor DOI yang akan Anda cari 
  • Untuk cara selanjutnya, dokumen yang mempunyai nomor DOI tersebut akan muncul, Anda juga dapat mengunduh dokumen tersebut dalam format PDF.

Cara Menemukan DOI Jurnal

DOI dapat kita temukan di berbagai tempat, terutama dalam publikasi ilmiah dan sumber daya digital.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa contoh tempat menemukan DOI:

  • Artikel Akademik

Banyak artikel ilmiah, baik yang diterbitkan di jurnal, prosiding konferensi, atau basis data akademis, menyertakan DOI.

DOI sering ditampilkan dengan jelas di halaman pertama atau di dekat judul artikel, abstrak, atau informasi penulis.

  • Buku dan Bab Buku

DOI biasanya diberikan pada buku dan bab buku, terutama pada publikasi yang berorientasi akademis dan penelitian.

DOI dapat ditemukan di halaman hak cipta, di awal atau akhir bab, atau di bagian referensi.

  • Kumpulan Data Penelitian

Karena data penelitian menjadi semakin penting, DOI diberikan pada set data untuk memastikan sitasi dan penemuannya.

DOI untuk set data biasanya diberikan bersama deskripsi, metadata, atau informasi kutipan set data.

  • Laporan dan Dokumen Teknis

 Laporan, laporan resmi, dokumen teknis, dan sumber daya lain yang serupa juga dapat diberi DOI.

DOI sering disebutkan di halaman sampul, tajuk, atau di dalam metadata dokumen.

  • Jurnal Online dan Platform Basis Data

 Banyak jurnal online dan platform basis data akademik menampilkan DOI sebagai bagian dari metadata artikel mereka.

Ketika menelusuri artikel di platform ini, DOI biasanya disediakan di samping judul artikel, penulis, dan abstrak.

  • Repositori Digital dan Situs Web Institusi

Repositori digital, seperti repositori institusional atau repositori subjek tertentu, sering kali memberikan DOI pada konten yang ditampungnya.

Ketika mengakses bahan dari repositori ini, DOI biasanya dapat ditemukan di halaman web yang menampilkan sumber daya atau di pedoman pengutipan repositori.

  • Daftar Referensi dan Kutipan

 Ketika menelusuri artikel ilmiah, biasanya DOI dicantumkan dalam daftar rujukan di samping informasi bibliografi untuk karya yang dikutip.

Kutipan dalam publikasi lain, seperti buku atau artikel, juga dapat menyertakan DOI jika tersedia.

Kesimpulan

Mungkin itu saja yang dapat kami sampaikan mengenai DOI Jurnal.Semoga informasi tersebut  dapat berguna bagi kita semua.

DOI jurnal itu yang mana?

Digital Object Identifier (DOI) merupakan nomor unik permanen yang dimiliki oleh setiap jurnalDOI dimiliki oleh setiap artikel yang publish di jurnal yang telah memiliki DOIDOI dimiliki oleh Crosreff, sehingga untuk mendapatkannya, maka harus mendaftarkan ke pihak Crosreff.

Apa gunanya DOI?



DOI adalah sebuah cara untuk memberi identitas (digital) bagi sebuah obyek, yang dalam hal ini adalah tulisan ilmiah. Sebagai pengidentifikasi, sebuah DOI bersifat unik (tidak ada duanya) dan persisten (tidak berubah).

Apakah DOI hanya untuk jurnal?

Digital Object Identifier atau DOI adalah identitas digital dokumen elektronik yang bersifat permanen. Dokumen artikel yang mendapatkan DOI tidak hanya jurnal ilmiah, tetapi semua objek digital yang berada pada portal internet, seperti video, gambar, dokumen dan lainnya.