Di antara berbagai tingkatan akreditasi jurnal nasional, jurnal SINTA 2 menempati posisi istimewa.
Jurnal Sinta 2 cukup bergengsi untuk diakui secara luas, namun masih lebih terjangkau dibandingkan jurnal internasional bereputasi seperti Scopus Q1 atau Q2.
Berdasarkan pengalaman banyak akademisi yang telah menembus jurnal terakreditasi peringkat dua ini, prosesnya memang menantang tetapi hasilnya sepadan.
Artikel ini akan mengupas tuntas keuntungan publikasi di jurnal SINTA 2 dan mengapa Anda sebaiknya menjadikannya target publikasi berikutnya.
Apa Itu Jurnal SINTA 2?
SINTA (Science and Technology Index) adalah portal pengindeks jurnal ilmiah nasional yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Jurnal yang terindeks SINTA diklasifikasikan ke dalam enam peringkat, dari SINTA 1 (tertinggi) hingga SINTA 6 (terendah), berdasarkan hasil akreditasi ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional).
Jurnal SINTA 2 adalah jurnal nasional terakreditasi dengan nilai akreditasi 70–85. Artinya, jurnal ini telah memenuhi standar tinggi dalam hal tata kelola, kualitas substansi artikel, proses peer review, dan konsistensi penerbitan. Banyak jurnal SINTA 2 bahkan sudah terindeks di basis data internasional seperti DOAJ, Copernicus, atau sedang dalam proses menuju Scopus.
Keuntungan Publikasi di Jurnal SINTA 2
1. Angka Kredit (KUM) yang Tinggi untuk Kenaikan Jabatan Fungsional
Ini adalah keuntungan paling nyata bagi dosen. Berdasarkan pedoman operasional penilaian angka kredit, artikel yang terbit di jurnal nasional terakreditasi peringkat 1 dan 2 dihargai hingga 25 poin angka kredit — jauh lebih tinggi dibandingkan jurnal SINTA 3–6 yang umumnya dihargai 20 poin ke bawah.
Bagi dosen yang sedang mengejar jabatan Lektor, Lektor Kepala, hingga Guru Besar, akumulasi poin dari publikasi SINTA 2 dapat mempercepat proses kenaikan pangkat secara signifikan. Bahkan untuk beberapa jenjang, publikasi di jurnal terakreditasi peringkat 2 dapat menjadi syarat khusus yang diakui.
2. Memenuhi Syarat Kelulusan Mahasiswa Pascasarjana
Banyak program magister (S2) dan doktoral (S3) di Indonesia mensyaratkan publikasi di jurnal terakreditasi minimal SINTA 2 sebagai syarat kelulusan atau syarat ujian tertutup. Dengan menargetkan jurnal SINTA 2 sejak awal penelitian tesis atau disertasi, mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu tanpa terhambat urusan administrasi publikasi di akhir masa studi.
3. Meningkatkan Reputasi dan Kredibilitas Akademik
Nama Anda yang tercantum di jurnal SINTA 2 adalah bukti kompetensi yang dapat diverifikasi secara publik. Rekam jejak publikasi ini akan muncul di profil SINTA Anda, terhubung dengan Google Scholar, dan dapat dilihat oleh kolega, reviewer hibah, hingga calon mitra riset.
Dalam ekosistem akademik, reputasi dibangun dari konsistensi. Peneliti dengan portofolio publikasi SINTA 2 yang solid akan lebih mudah dipercaya ketika mengajukan proposal penelitian, diundang sebagai narasumber, atau ditunjuk sebagai reviewer jurnal.
4. Membuka Peluang Hibah Penelitian yang Lebih Besar
Rekam jejak publikasi adalah salah satu komponen penilaian utama dalam seleksi hibah penelitian, baik dari Kemdiktisaintek, LPDP, maupun lembaga pendanaan lainnya. Peneliti yang memiliki publikasi di jurnal terakreditasi peringkat atas memiliki skor rekam jejak yang lebih tinggi, sehingga peluang lolos pendanaan pun meningkat.
Lebih jauh lagi, beberapa skema hibah bahkan menetapkan luaran wajib berupa publikasi di jurnal minimal SINTA 2. Pengalaman menembus jurnal peringkat ini akan menjadi modal berharga saat Anda harus memenuhi target luaran hibah di kemudian hari.
5. Proses Peer Review yang Berkualitas Meningkatkan Mutu Naskah
Keuntungan yang sering luput dari perhitungan adalah proses seleksinya itu sendiri. Jurnal SINTA 2 menerapkan peer review yang ketat dengan reviewer yang kompeten di bidangnya. Masukan dari reviewer — meskipun kadang terasa “pedas” — adalah pembelajaran gratis yang akan mempertajam metodologi, memperkuat argumentasi, dan meningkatkan kualitas tulisan ilmiah Anda secara keseluruhan.
Banyak penulis mengakui bahwa naskah mereka menjadi jauh lebih baik setelah melewati dua hingga tiga putaran revisi di jurnal SINTA 2. Kemampuan ini akan terbawa ke naskah-naskah berikutnya, termasuk saat Anda mulai menargetkan jurnal internasional bereputasi.
6. Visibilitas dan Sitasi yang Lebih Tinggi
Jurnal SINTA 2 umumnya memiliki jangkauan pembaca yang luas karena terindeks di berbagai basis data dan menerapkan kebijakan akses terbuka (open access). Artikel Anda lebih mudah ditemukan melalui Google Scholar, Garuda, dan portal SINTA itu sendiri.
Visibilitas yang tinggi berbanding lurus dengan potensi sitasi. Semakin banyak artikel Anda dikutip, semakin tinggi h-index dan skor SINTA Anda — dua metrik yang kini menjadi tolok ukur produktivitas peneliti di Indonesia.
7. Batu Loncatan Menuju Publikasi Internasional Bereputasi
Bagi peneliti yang bercita-cita menembus jurnal terindeks Scopus atau Web of Science, jurnal SINTA 2 adalah “medan latihan” yang ideal. Standar penulisan, struktur artikel, dan ekspektasi reviewer di jurnal SINTA 2 sudah mendekati standar internasional. Beberapa jurnal SINTA 2 bahkan mensyaratkan naskah berbahasa Inggris — persiapan sempurna sebelum Anda melangkah ke level global.
Tips Praktis Agar Naskah Diterima di Jurnal SINTA 2
Berdasarkan praktik terbaik yang dibagikan para penulis berpengalaman, berikut beberapa kiat yang terbukti efektif. Pertama, pilih jurnal yang scope-nya benar-benar sesuai dengan topik penelitian Anda — kesalahan memilih ruang lingkup adalah penyebab penolakan paling umum di tahap desk evaluation. Kedua, pelajari gaya selingkung (author guidelines) dan baca beberapa artikel terbitan terbaru jurnal tersebut sebagai referensi struktur. Ketiga, pastikan kebaruan (novelty) penelitian Anda dinyatakan secara eksplisit di abstrak dan pendahuluan. Keempat, gunakan referensi primer yang mutakhir, idealnya 80% berasal dari artikel jurnal sepuluh tahun terakhir. Terakhir, tanggapi setiap komentar reviewer dengan profesional dan tepat waktu.
Kesimpulan
Publikasi di jurnal SINTA 2 memberikan keuntungan berlapis: angka kredit tinggi untuk kenaikan jabatan, pemenuhan syarat kelulusan, peningkatan reputasi akademik, akses lebih besar ke hibah penelitian, peningkatan kualitas menulis melalui peer review ketat, visibilitas serta sitasi yang lebih luas, dan persiapan matang menuju publikasi internasional.
Memang, tingkat penolakan jurnal SINTA 2 relatif tinggi dan proses reviunya bisa memakan waktu berbulan-bulan. Namun justru di situlah nilainya — sesuatu yang mudah didapat jarang dihargai tinggi. Mulailah dari sekarang: pilih jurnal targetnya, pelajari templatnya, dan kirimkan naskah terbaik Anda. Karier akademik Anda akan berterima kasih di kemudian hari.
Artikel ini disusun berdasarkan pedoman akreditasi jurnal nasional dan praktik umum di lingkungan perguruan tinggi Indonesia. Untuk ketentuan angka kredit terbaru, selalu rujuk pedoman operasional resmi dari kementerian terkait, karena regulasi dapat berubah sewaktu-waktu.











Leave a Reply